ProduksiJagung Produksi jagung dalam kg/ha dapat dihitung dengan rumus: Produksi = a x b x C x1/3500. a = Jumlah tanaman/ha b = Jumlah tongkol/tanaman C = Jumlah biji per tongkol Jumlah tongkol /tanaman berdasarkan kondisi umum di lapangan. DAFTAR PUSTAKA Balai Penelitian Tanaman Serealia.?. Menduga Hasil Jagung Sebelum Dan Ketika Panen.
Ubinanadalah luasan yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas) yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang), dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan) dikali faktor (10.000 m2 dibagi luas ubinan (m2)).
BadanPusat Statistik (BPS) pun implementasi aplikasi pendataan khususnya ubinan berbasis kerangka sampel area (KSA) untuk estimasi luas panen lebih akurat, obyektif dan terkini. Saat ini yang diukur melalui ubinan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, singkong, kacang tanah dan ubi jalar.
Ada3 langkah menentukan bibit dalam budidaya jagung yaitu : 1. Menentukan Benih jagung Cara mudah dalam menentukan benih, yakni Anda harus memperhatikan kualitas dari segi kesehatan benih, kemurnian varietas dan daya tumbuh benih. Pada benih unggul biasanya memiliki setifikat seperti benih jagung hibrida yang mutu produksinya tinggi.
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. UBINAN merupakan survei yang lazim digunakan petani didampingi penyuluh, untuk mengetahui produktifitas tanaman pangan per hektar. Badan Pusat Statistik BPS pun implementasi aplikasi pendataan khususnya ubinan berbasis kerangka sampel area KSA untuk estimasi luas panen lebih akurat, obyektif dan terkini. Saat ini yang diukur melalui ubinan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, singkong, kacang tanah dan ubi jalar. Ubinan mencakup jenis lahan, cara tanam, cara panen, penanggulangan organisme pengganggu tanaman OPT, intensifikasi, variates dan jumlah benih, pupuk dan pestisida, dan informasi kualitatif terkait produktifitas. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menilai ubinan atau pengambilan sampel mutlak dilakukan agar tidak ada perbedaan data, misalnya definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung. "Definisi terhadap sawah, misalnya, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya. Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apa pun tanaman di dalamnya, lahan itu lahan baku sawah," kata Mentan Syahrul tentang pentingnya data pertanian untuk input program dan kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam keterangan tertulis. Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM-Kementerian Pertanian BPPSDMP mengingatkan tentang pentingnya kegiatan pengubinan. Guna memastikan petani dan penyuluh tetap di lapangan dengan mematuhi Protokol Kesehatan di tengah pandemi. "Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan," kata Dedi. Seruan tersebut dilaksanakan petani Kabupaten Barito Timur Bartim, Kalimantan Tengah khususnya kelompok tani Poktan Rurey Maju di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat melakukan pengubinan jagung pakan ternak varietas Bisi-18, Selasa 27/10 Kegiatan pengubinan jagung oleh petani Poktan Rurey Maju didampingi penyuluh Balai Penyuluh Pertanian BPP Paju Epat dipimpin Lukmanul Chakim, Koordinator BPP. Hadir Ferry dan Bella dari BPS Bartim untuk optimalisasi produktivitas jagung pakan ternak. "Hasil ubinan jagung termasuk baik, mengacu target rata-rata per petak ubinan standarnya adalah enam kilogram per petak," kata Elisa, penyuluh pembina Desa Muruwutu seperti dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian Pusluhtan BPPSDMP Kementan, Jumat 30/10. baca juga Menanam Matoa di Aceh Simbol Persaudaraan Dengan Papua Lukmanul menambahkan, BPP Paju Epat selaku pelaksana KostraTani menargetkan budidaya jagung ke depan, diupayakan berorientasi bisnis terutama pengadaan bahan baku industri pakan ternak, sekaligus mencapai target uas tanam jagung tertinggi di Bartim. "Geliat budidaya jagung Paju Epat diharapkan memotivasi kecamatan lain membudidayakan komoditas jagung untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak," katanya. Ruslina, pengurus Poktan Rurey Maju mengharapkan teknik pengubinan didampingi BPP Paju Epat dan BPS Bartim menambah pengetahuan para petani untuk menerapkannya setiap menjelang panen. Sehingga dapat memperkirakan sendiri hasil panennya ke depan. "Hasil tanam satu kilogram benih jagung, hasilkan panen rata-rata enam kuintal jagung pipilan," kata Ruslina, pengurus Poktan Rurey Maju.OL-3
Redaktur Satmoko Budi Santoso Kegiatan ubinan jagung varietas Pertiwi di kelompok tani KT Kuncen Farm, Kelurahan Bubakan Kecamatan Mijen, didampingi PPL wilayah Mijen dan Petugas Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kota Semarang, Kamis 24/6/2021. Foto Dok Dispertan Kota Semarang Dalam penerapannya pun relatif mudah. Pertama dengan menentukan titik yang akan diubin, kemudian ukur area ubinan 2,5 meter x 2,5 meter. Selanjutnya, tanaman yang ada di area ubinan tersebut dipanen dan ditimbang. “Setelah itu dapat dihitung, rumusnya hasil ubinan dikali luas per hektare dibagi jumlah luasan ubinan. Contohnya, hasil ubinan 5 kilogram kemudian dikalikan 1 hektare dibagi 6,25 jumlah luasan ubinan dalam satu hektare-red, hasilnya kilogram atau 8 ton per hektare. Atau cara mudahnya, hasil ubinan dikali Itu hasil perkiraan untuk luas lahan satu hektare,” terangnya. Lalu bagaimana jika lahan tersebut luasannya tidak sampai satu hektare? “Mudah saja, tinggal hasil perkiraan dibagi luas lahan. Misalnya luas lahan hanya setengah hektare, ya 8 ton dikali 0,5, hasilnya 4 ton, begitu seterusnya,” tandasnya lebih jauh. Dijelaskannya, Dispertan Kota Semarang juga baru saja melaksanakan kegiatan ubinan jagung varietas Pertiwi di kelompok tani KT Kuncen Farm, Kelurahan Bubakan Kecamatan Mijen. Dengan didampingi PPL wilayah Mijen dan Petugas Bidang Tanaman Pangan, dari hasil ubinan 2,5 meter didapatkan jumlah tanaman 46 pohon dengan berat ubinan 9,980 kilogram. “Hasilnya, dapat diperkirakan mencapai 15,96 ton per hektare. Jika dikonversi ke kering panen, 15,96 ton x 70% = 11,17 ton per hektare atau 15,96t on x 56,73% = 9,05 ton/ha kering pipil,” terangnya. Pihaknya berharap dengan program ini dapat berkelanjutan dan mendukung pertanian di Kota Semarang. SELANJUTNYA 1 2
cara menghitung ubinan jagung